Hari Keempat KMD UIN Sunan Kalijaga Fokus pada Pembinaan Penggalang

SLEMAN, Kamis (30/4/2026) – Hari keempat Kursus Mahir Dasar (KMD) 2026 di UIN Sunan Kalijaga difokuskan pada pembinaan Pramuka golongan Penggalang. Kegiatan berlangsung di Gedung PKSI dengan berjalan aktif, terarah, dan mulai menekankan pada penerapan materi di lapangan.

Sesi pertama diisi oleh Kak Dwi Nuraini, S.Pd. yang menyampaikan materi tentang postur pembina penggalang. Dalam sesi ini, peserta mempelajari sikap, peran, dan tanggung jawab pembina dalam mendampingi anggota. Penekanan diberikan pada konsistensi sikap, keteladanan, serta kemampuan memahami karakter peserta didik. Pembina diharapkan mampu menempatkan diri sesuai situasi tanpa kehilangan arah pembinaan.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Kak Agus Margunadji, S.Pd., M.I.P. mengenai dunia penggalang. Pembahasan mencakup karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan peserta didik usia penggalang. Penyampaian materi disertai contoh kondisi di lapangan, sehingga memudahkan peserta dalam memahami. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung aktif.

Pada sesi berikutnya, Kak Handaratiningsih, S.Pd., M.Pd. membahas metode membina penggalang. Materi ini menekankan pentingnya penggunaan metode kepramukaan secara tepat. Proses pembinaan harus dirancang agar efektif sekaligus menarik bagi peserta didik. Metode tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga harus dapat diterapkan sesuai kondisi lapangan.

Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi ragam pertemuan penggalang oleh Kak Agus Margunadji, S.Pd., M.I.P. Peserta dikenalkan berbagai bentuk kegiatan yang dapat diterapkan dalam latihan rutin. Variasi kegiatan dinilai penting untuk menjaga minat dan partisipasi anggota. Materi ini memberikan gambaran konkret dalam merancang kegiatan pembinaan.

Selanjutnya, Kak Handaratiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi tentang ragam keterampilan. Keterampilan dalam kepramukaan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Peserta diarahkan untuk mampu memilih keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anggota.

Materi tentang ragam upacara penggalang disampaikan oleh Kak Amarudin Subekti, S.Pd. Peserta mempelajari jenis-jenis upacara beserta tata pelaksanaannya. Penekanan diberikan pada ketertiban, ketepatan prosedur, serta pemahaman makna dari setiap kegiatan upacara.

Menjelang akhir kegiatan, Kak Handaratiningsih membimbing peserta dalam penyusunan program latihan. Peserta dilatih menyusun kegiatan secara sistematis, mulai dari tujuan, materi, hingga evaluasi. Sesi ini menjadi bagian penting karena mengintegrasikan seluruh materi yang telah diterima sebelumnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi. Peserta mengevaluasi pemahaman serta pengalaman belajar selama hari keempat. Panitia juga menyampaikan informasi terkait persiapan kegiatan selanjutnya menuju Bromonilan.

Secara keseluruhan, hari keempat KMD 2026 memberikan penguatan pada aspek pembinaan penggalang. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kegiatan pembinaan di lapangan.

Penulis : Shaifa Feluna Eka Yulia